SInetron

Aih, tiap malam aku dengar suara orang bentak- bentakan, suara tangisan kemudian jeritan. Itu semua kudengar dari ruang tengah, tempat dimana ada televisi. SINETRON !! ya acara itu bikin ketagihan ibu- ibu, dan tak jarang orang tua, anak muda bahkan anak- anak bercerita tentang alur cerita sinetron di sekolahnya, di tempat bermainnya atau dimanapun mereka bertemu dengan sesama penikmat acara itu. Aku sendiri sudah sangat malas mendengarnya, isinya begitu- begitu saja mana alur ceritanya mudah sekali ditebak. Jadi uring- uringan sendiri, protagonis selalu saja mengalah dan tertindas. Aih bikin kesal..
Geli juga dulu sempat menjadi gemar sekali dengan sinetron (mungkin kebawa ibu yang memang suka nonton itu). Tak banyak pelajaran mendidik yang bisa dipetik. Dan itu beragam di semua station televisi. Hanya beberapa station saja yang sekarang mengarah ke hal- hal positif. Oh sinetron.. Jangan kau rusak moral bangsa ini, jangan kau bentuk pemikiran mereka dengan skandal skandal para pemain antagonis.
Aku masih merindukan peran ikhwah dalam dunia entertainment, andai saja……

One thought on “SInetron

  1. dionbagus says:

    Ada caranya..tp cahugm nya diselesaikan dulu ^^…lalu lanjut skala Nasional untuk Kampus…lalu lanjut untuk skala nasional untuk keluarga..Mudah2an mimpi bisa terwujud…Bismillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s