Indonesia dan Iptek

Berbicara masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bangsa ini adalah berbicara tentang suatu masalah kompleks yang cukup rumit. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di Indonesia sampai saat ini sebenarnya tergolong cukup baik. Banyak prestasi- prestasi terukir mengharumkan nama Indonesia, banyak perwakilan duta- duta Indonesia yang dikirim ke ajang kompetisi internasional dan tak sedikit yang mendapat penghargaan atas prestasinya, namun sejauh ini prestasi itu hanya sekedar prestasi. Robot misalnya, berapa banyak robot- robot Indonesia yang meraih predikat robot terbaik di kancah internasional, tapi teknologi industri di indonesia masih tergolong tidak cukup baik dibanding negara lain. Orang Indonsia sendiri mungkin juga banyak yang tidak menghargai karya bangsa ini, orang Indonesia terlalu gengsi memakai barang- barang yang buatan dalam negri, anggapannya teknologi yang dihasilkan buruk, padahal sebenarnya sama saja. Masih banyak lagi masalah- masalah yang ikut mewarnai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, sebagian adalah karena masalah ekonomi, meluasnya kemiskinan, banyaknya anak putus sekolah, tingginya kesenjangan sosial ekonomi, kebergantungan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada bangsa- bangsa maju, masih terbatasnya orang indonesia yang mendapat pendidikan barat terutama pendidikan tinggi, kurangnya perhatian pemerintah, termasuk masalah integritas dan moralitas bangsa, korupsi, kolusi, nepotisme, egoisme yang juga turut serta mempengaruhi berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Kemajuan iptek dan tingkat penguasaan iptek dari bangsa Indonesia merupakan sebuah faktor penting bagi peningkatan kapabilitas bangsa Indonesia. Tingkat kemajuan dan penguasaan iptek merupakan salah satu tolok ukur kemajuan bangsa Indonesia, bersama dengan tolok ukur lain seperti pertumbuhan ekonomi, kualitas demokrasi, supremasi hukum. Namun demikian, untuk menjadikan iptek sebagai salah satu kekuatan pembangunan bangsa diperlukan perencanaan iptek yang terintegrasikan dengan perencanaan pembangunan nasional dalam satu kesatuan. Dalam kabinet Indonesia bersatu jilid II, pemerintah sudah mencanangkan agenda riset nasional 2010- 2014 dimana didalamnya memuat tentang rencana strategis pemerintah terhadap capaian cita- cita bangsa indonesia menyangkut ilmu pengetahuan dan teknologi beserta indikator keberhasilannya. Rencana strategis ini mendukung visi Indonesia di tahun 2025 yaitu, β€œIndonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmurβ€œ. Perumusan Agenda Riset Nasional (ARN) dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip partisipatori, dengan mengikutsertakan berbagai unsur pemerintahan baik di tingkat nasional maupun daerah, para pelaku swasta nasional, serta kaum intelektual dan peneliti. Implementasi Agenda Riset Nasional disertai dengan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan terjadinya proses pembelajaran dan perbaikan secara kontinyu.
Jika dirunut secara cermat, pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat dipedulikan tidak pada seluruh rakyat Indonesia, banyak dari sebagian masyarakat yang bahkan tidak faham akan pentingnya pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi karena keterbatasan berfikir dan pendidikan yang sampai saat ini angkanya masih terbilang besar, yang menjadi tolok ukur dari mereka hanya kesejahteraan semata, dilihat dari bagaimana pemerintah dapat memenuhi kebutuhan makan dan berpakaian sehari- hari. Sedang, orang yang faham akan pentingnya pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi justru malah banyak yang tidak peduli.
Adanya regulasi yang jelas, rencana strategis pemerintah yang sudah tertuang dalam Agenda Riset Nasional yang sangat lengkap dan terstruktur, harapannya tidak hanya sebagai suatu aturan hitam di atas putih yang menunjukkan bahwa para pejabat pemerintah sudah bekerja. Rencana pembangunan ini harus ditindak lanjuti dengan baik, dari kalangan pemerintah itu sendiri dan dari rakyat Indonesia. Artinya kolaborasi antar keduanya harus berjalan dengan baik. Salah satu langkah awal adalah dengan cara menyamakan kesetaraan berfikir (mindset), sehingga perlu adanya sosialisasi tentang rencana pemerintah, karena melihat realita sekarang bahwa banyak penduduk yang tidak tahu akan agenda- agenda pemerintah yang sebenarnya juga berkaitan dengan kepentingan rakyat. Kesamaan kerangka berfikir bertujuan pula sebagai pengingat satu sama lain. Langkah berikutnya adalah dengan membuka jalan selebar- lebarnya untuk kepentingan riset, memberikan alokasi anggaran yang profesional untuk pembangunan iptek. Mencoba berfikir bahwa kebutuhan secara fisik yang kurang memberi kebermanfaatan sebagai contoh pembangunan gedung DPR secara berlebihan tidak perlu dilakukan. Anggaran besar itu lebih pantas digunakan untuk mendukung pembangunan iptek dengan meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, mengurangi angka anak putus sekolah, menyediakan kebutuhan riset dan penelitian secara memadai, serta diperlukannya alokasi dana penghargaan bagi anak bangsa yang membantu proses terwujudnya pembangunan iptek secara profesional. Hal ini bertujuan untuk mengikat dan memberi kenyamanan bagi anak bangsa untuk berprestasi, sehingga tak akan ada cerita lagi orang- orang berkualitas Indonesia lebih memilih mengabdikan ilmunya di negara lain daripada dirumahnya sendiri.

Atik Nurul Laila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s