Sebuah Keluarga yang Menginspirasi

keluarga-islami

Hati ini tersentuh dengan suasana syahdu keluarga harmoni di salah satu ponpes di Yogyakarta, sebut saja Al Hadi, Ponpes akhwat di daerah panggeran TriHarjo Sleman. Jiwa ini tak henti- hentinya bedecak kagum dengan sepasang suami istri yang luar biasa, di zaman sekarang ini jarang saya temui pasangan yang berputra banyak. DI umurnya yang masih muda, Umi sebutannya, telah melahirkan generasi rabbani abad ini sebanyak 12 orang. Tak sopan jika saya membeberkan banyak hal disini, terlebih karena tulisan ini murni dari saya yang tidak saya mintakan izin dari yang bersangkutan. SUBHANALLAH SUBHANALLAH dan SUBHANALLAH… melihat realitas kehidupan yang saya temui disini , saya merasa iri, sangat iri… Kelemah lembutan sang Umi, ketegasan Abi, Soleh- solehanya anak- anak, semua menginspirasi. Banyak teriakan disana- sini memang, tak jarang juga ditemui pertengkaran antar satu sama lain, tapi sabarnya Umi, senyum nya beliau membuat fenomena ini menjadi amat sangat indah, disinilah letak nikmatnya mendidik anak. Bahkan sekarang, ketika saya ditendang, dicubit dengan perihnya, diganggu aktivitasnya dengan anak- anak ini, sedikitpun saya tidak merasa kesal, jengkel, dan marah .. SAMA SEKALI TIDAK !! saya merasa heran dengan perubahan yang terjadi pada diri saya ramadhan kali ini, banyak peristiwa peristiwa menginspirasi dan melecutkan semangat 45 berproses menjadi pribadi yang lebih baik J (insyaAllah)

Rabb, jika ini adalah petunjuk yang kau perlihatkan pada hamba, lapangkanlah hati ini untuk istiqomah menerima kebaikan- kebaikan yang akan mengantarkan ke surga…

Engkau pasti  yang memandu mata ini untuk melihat sebuah poster kecil tertempel di sebuah papan pengumuman, Engkau pula pasti yang menggerakkan hati ini untuk begitu tertarik dengan kata “IKTIKAF, Tafsir alquran, halaqah Tahfidz, dengan buka dan sahur GRATIS khusus muslimah” di poster, Engkau pula yang kemudian memberikan semangat yang sanggup mengalahkan keinginan untuk pulang ke kampung halaman, Engkau yang meringankan langkah ini untuk sekarang berdiam diri di suatu masjid sederhana bersama orang- orang yang tak henti- hentinya melantunkan suara merdu membaca alquran.

Rabb, anak- anak itu semuanya soleh soleha, tak jauh beda dengan Umi dan Abi nya,,, Izinkan saya untuk suatu saat nanti merasakan kedamaian menjadi seorang ibu atas anak- anak yang soleh soleha seperti ini ya Allah..

Satu peristiwa yang kemudian membuat ingin mentertawakan diri sendiri, Abdul Majid (salah satu putra Ust. Nashir yang saat ini beru berumur sekitar 6 tahun) menjawab pertanyaan teman saya,

“ Majid sudah sampai la Mujadilah, Ammah hafal sampai jus berapa sekarang?? Hayo ammah pasti kalah sama Majid ”. Jawab Majid ketika ditanya berapa banyak hafalannya. DEG!

Refleksi untuk diri sendiri juga, umurku yang setua ini hafalannya tak lebih baik dari seorang anak kecil berumur 6 th?? Hehehehe😀

Jika dituliskan semua, dipastikan tak akan cukup satu lembar ini, begitu banyak kejadian- kejadian yang membuat hati ini terenyuh, bahkan sempat menitikkan air mata.. Alhamdulillah Allah, Engkau kembali tunjukkan kasih sayang dari-Mu yang begitu sempurna..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s