amanah2

 Aku teringat ucapan seorang mas’ul terpilih KMT X6   lalu, dan kalimat ini persis sama diucapkannya 1 tahun silam oleh orang yang sama yang ketika itu duduk di depan forum sebagai pimpinan sidang mukatamar launching mas’ul baru KMT x5, dan sekarang ia terpilih menjadi mas’ul selanjutnya (semoga berkah), katanya “Amanah itu ibarat musuh, tidak dicari, tapi jika datang maka tak boleh lari”. DALAM MAKNANYA.

Berbicara masalah amanah, kembali aku refleksikan setahun kepengurusanku di KMT lalu, duka dan tawa jelas mengikuti setiap langkah gerakku disana. Kembali pula aku teringat bagaimana dulu awal mula ketika namaku tercantum dalam satu jajaran calon PH KMT X5. DEG! Kenapa aku? Perasaan tak bisa menerima yang begitu besar aku jadikan sebagai benteng penolakan. Namun, sepertinya Allah lah yang menempatkanku disana untuk belajar tentang banyak hal, meskipun pelajaran itu baru bisa aku ambil di akhir masa jabatan. Karena mungkin keterbatasan passion yang membuat kerja-kerja tim kami tidak maximal (astaghfirullah)

Kali ini kembali aku dijemput oleh sebuah amanah . LAGI. Amanah daawi, ini amanah terberat pertanggungjawabannya. Allah ijinkan aku beranjak dari amanah yang amat besar pertanggungjawabnnya ini.. Berhari- hari aku memikirkan jawaban dari pinangan amanah, kegalauan terkadang tak mampu tertutupi dengan bacaan quran, aku bicara ke beberapa orang untuk meminta nasihat, dan akhirnya ada pada satu titik dimana aku menemukan keputusan.  Kuucap dengan bismillah, “aku tidak dapat menerima”  pinangannya..

Hatiku berkecamuk, aku takuut sekali menjadi orang yang egois dimata-Mu. Tapi dengan bismillah aku mencoba untuk mengatakan tidak, dan alhamdulillah jawaban itu diterima dengan baik🙂, harus kuakui aku merasa lega setelahnya

Aku bukannya ingin lari dari amanah yang datang ini, hanya saja bukankah masih ada hak untuk memilih?dan aku sangat YAKIN bahwa ada orang- orang luar biasa yang lebih tepat dapat mereplace posisi itu. Karena mungkin jika saja kuterima pinangan ini, aku akan banyak mendholimi nya. Banyak hal yang harus aku lakukan termasuk tuntutan orangtua akan akademik, pengabdian masyarakat di bidang energi, ranah ilmi yang lama sudah kurindu, dan hafalan hafalan firman-Nya yang ingin ku upgrade selama di Asma Amanina ini.. Mimpiku dekat, hatiku kecilku berkata, inilah saat yang tepat untuk merengkuh pelukan Allah atas mimpi- mimpiku dan kesempatan luar biasa yang semoga dengan Ridho-Nya aku diperkenankan untuk bisa menjalaninya dengan sebaik- baik usahaku.

Semoga keputusan ini bukan keputusan atas emosiku semata, bukan pula atas dasar nafsu syetan, semoga keputusan ini diridhoi oleh Allah, dan Allah mengijinkanku untuk kembali menyerukan syariatnya di ranah yang lain, semoga ilmu luar biasa yang aku dapat dalam kurun waktu setahun ini bermanfaat untuk mengiringi amanahku selanjutnya .. aamiin.

Jika saja suatu saat nanti ada kesempatan untuk membina halaqah lembaga di KMT… insyaAllah saya siap menerima ^^

Yogyakarta, 4 Jan 2013

 

6 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s