Harmoninya Keluargaku

Aku selalu merasa senang di saat hari- hari menuju kepulanganku segera tiba. Pagi ini dengan meninggalkan seluruh kondisi asma, aku tergopoh- gopoh berjalan menyusuri parkiran, ringroad, jalan magelang, muntilan dan seterusnya.. Hujan di tengah jalan pun aku terjang, sesampainya dirumah,

“Assalamualaikum…” , teriakku riang.
“Waalaikumsalaaaaaaaaam…”, jawab ibu, dan kedua adekku hampir berbarengan.

Mata binar kami bertemu dalam syahdunya rindu, serasa sudah lama sekali tidak bertemu. Aku bahagia memiliki keluarga ini, sangat bahagia. Tak ada 3 menit, seseorang membuka pintu samping rumah, dengan senyum lebarnya persis seperti yang aku liat tadi di jalan sesaat ketika aku datang, ia merengkuhku dengan lembut setelah aku mencium tangannya.

“Seko kono jam piro nok?”, pertanyaan yang pasti dilontarkan pertama kali ketika aku tiba dirumah.

“Jam setengah 9 pak.” Jawabku takdzim.

“Mbak Atik jajan opo?susu?” teriakan suara kecil itu terdengar khas dari ruang keluarga.

Aku tersenyum sambil erat memeluk dan menciumnya. Adikku yang kedua ini yang adalah sosok yang paling membuatku selalu merindukan rumah.

***

Sehari setelahnya, pagi- pagi aku berjalan menyusuri pasar bersama ibu setelah mengantar bunga untuk bulek. Ku gandeng lengan ibu erat, dan dengannya aku susuri satu persatu toko yang didalamnya menjual barang yang kuinginkan.

“Mundhut sing pundhi bu?”, Tanya para pedagang di setiap tokonya. Siang ini, aku dapat keripik singkong 2 bungkus, caramel 1 bungkus besar, nasi jagung seharga seribu, ketan kinco, dan dua bungkus sate untuk adek dirumah.

Di hari H saat tiba kepulanganku ke Jogja, pagi- pagi bapak yang lelah karena hampir 2 hari tidak tidur sedang mencucikan motorku, ibu sedari tadi sibuk dengan acaranya di dapur, adek2 ku seperti biasa, sedang meramaikan ruang tamu dengan bermain. Jujur, aku berat meninggalkan suasana ini untuk beranjak pergi ke Jogja. Akhirnya kuputuskan untuk pulang esok paginya karena toh suasana sedang mendung.

Malamnya kutemukan malam romantis bersama bapak, kami duduk tanpa celah di atas kursi biru ruang tamu, berlomba- lomba membaca alquran selepas maghrib. Setelah cukup lelah, aku bersandar di pundaknya mendengar bacaan alquran diiringi dengan maknanya. Menenangkan. Beberapa petuah dan nasihat kemudian muncul selepas membacakan ayat- ayat suci itu. Hatiku meneteskan air mata. Aku bersyukur. Sangat bersyukur dilahirkan di keluarga ini.

Malam itu, aku tak bisa tidur, agaknya badanku akan sakit. Paginya, disaat kami bersama sahur, aku hampir jatuh karena pusing yang luar biasa . Namun paginya tetap kupaksakan untuk berangkat ke Jogja. Ibu mengurutku dengan minyak kampak. Agar aku tak kedinginan katanya. Tak henti- hentinya berucap, “Ngati- ati lho nok, berdoa ojo lali, ojo nganti ana sing ketinggalan, patelot, bolpoin, jam tangan, slayer, charger bla bla bla …”. Dan aku hanya menjawabnya dengan senyum , “ Nggih nggih nggih ^^”.

 

Allah, perkenankan kami untuk berkumpul kembali di surgamu kelak…

8 thoughts on “Harmoninya Keluargaku

  1. naufalnov says:

    keluarganya atik rame ya. senengnya ada anak kecil
    aku kalo pulang cuma ketemu bapak sama ibu di rumah (tapi tetep aja seneng pulang :p)

    • atiknurullaila says:

      hahahaha iya fal rame😀
      apalagi adek ku yang terakhir belum ada 3 tahun, wah itu lagi aktif aktifnya,,

      iya fal sering sering pulang rumah kamu, manfaatkan kesempatan birul walidain🙂

  2. ahmadmuhaiminalfarisy says:

    cerita yang membuat saya iri terhaap orang-orang yang tinggal di desa
    ketika mudik , saya berharap mendapatkan suasana yang berbeda dari kota Jogja, namun, saya justru kembali ke sebuah Kota, yang lebih penat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s