Andai Ramadhan Lebih Lama Lagi

Kini… Ramadhan itu mulai memudarkan warna. Dan sebentar lagi Syawal akan menelannya…

Ramadhan pertama di Ibu kota. Awalnya merasa tak semeriah dulu saat di Jogja atau bahkan di Ambarawa. Memang, suasana ramadhan tak begitu kentara. Hanya saja tadi malam Allah tunjukkan aku sesuatu.

Di sebuah masjid di kawasan perumahan Persada. Masjid Darussalam namanya. Tadi malam membuat ratusan orang menangis teringat akan dosa-dosanya.

Tertakdirkan oleh Allah. Pebincangan untuk merencanakan iktikaf terjadi beberapa saat sebelum pulang kantor. Mungkin Allah merindukanku malam tadi, dan Ia meringankan langkahku menuju masjid itu lalu memberikan kenikmatan luar biasa saat aku memulai bercengkerama dengan Kalam-Nya.

Lelah membaca, aku tertidur di ujung ruangan masjid itu. Baru terlelap sebentar, Mbak Rizka membangunkanku untuk bersegera mengambil wudhu. Pukul 01.40. Qiyamulail akan segera dimulai katanya. AKu mencoba mengerjap-ngerjap, lalu kudapati seluruh msjid penuh dengan orang-orang iktikaf. Mukenanya yang putih semakin menambah ayu ibu-ibu yang sedang membaca quran ataupun sedang sujud mengahadap Tuhannya. Aku bangkit dari tidurku, lebih pada malu karena ibu ibu dan anak kecil yang sudah sibuk beribadah. Ini malam ganjil. Malam ke-27 yang diharapkan semua orang bisa mendapati indahnya lailatul qadar.

Inilah masjid yang aku rindukan. Dimana sholat sunah ber-jam jam disana tanpa terasa , mampu dijalani dengan hati yang sangat ringan.

Allah, jika aku mengaku merindukanMu, maka sejatinya Kaulah yang jauh merindukanku.

Allah, jika aku mengaku mencintaiMu, maka sejatinya Kaulah yang amat mencintaiku.

Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?

Terimakasih Allah atas kesempatannya tadi malam. Aku sungguh merasakan Kau dekaaaaat sekali. Lebih dekat dari sekedar urat leherku. Jika boleh aku meminta, karuniakanlah kepada ku, hambaMu yang hina ini dengan perasaan rindu berjumpa denganMu setiap saat, takut akan siksaMu setiap saat, dan menyayangiMu setiap saat.

Allah… karena aku tak mungkin memintaMu untuk memperpanjang bulan berkah ini. Maka jika boleh aku meminta lagi, tutupkanlah ya Allah, tutupkan ramadhan-ku dengan ridhoMu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s