Cinta Dalam Ikhlas

Sejenak mencoba merenungkan rentetan kalimat yang akan aku beberkan di bawah nanti. Intinya adalah bahagia mempunyai banyak orang2 solih di sekitar kita, setidaknya menjadi pengingat selalu akan indahnya kembali ke jalan yang lurus.

Dalam rentatan kalimat itu tertulis

“Jika dia mencintaimu, dia tidak akan membuatmu menunggu. Jika dia mencintaimu, dia hanya akan memberimu 1 kepastian -Menikahimu atau Mengikhlaskanmu-”

Kalimat sederhana bukan?

Ikhlas, kata yang mungkin ringan untuk diucap, namun implementasinya sungguh berat luar biasa. Betul, pilihannya sekarang adalah Menikah atau Saling Mengikhlaskan. Jika menikah tidak bisa, maka ikhlaskan segera. Memang perlu diingat satu hal bahwa saling melepaskan sekarang, saling mengikhlaskan sekarang belum tentu tak kan bersatu di kemudian hari.

Rentetan kalimat berikutnya berbunyi demikian

“Jadi jangan terjebak pada hal yang Allah tak sukai hanya karena kalian dihinggapi perasaan takut kehilangan. Padahal kapasitas diri sama sekali belum siap untuk masuk dalam jenjang pernikahan. Bisa salah satunya belum siap, atau…Dua-duanya belum siap. Salah satu atau salah duanya…Gak boleh saling menggantung dan bergantung. Segera putuskan, segera ambil kepastian…Nikahi saya…Atau Ikhlaskan saya…”

Well, jika memang keadaan tidak bisa memilih pilihan pertama, maka pilihan kedua adalah pilihan yang harus diambil. Ikhlaskan aku, karena aku tengah berusaha untuk mengihlaskanmu. Dan semoga keputusan ini menjadi keputusan terbaik yang datangnya memang dari Allah.

Sesak? Iya. Sakit? Tentu. Tapi di balik sesak itu aku temukan kelegaan karena kuhilangkan pula kekhawatiran akan kehilanganmu. Dan dibalik sakit itu, aku bahagia karena aku yakin inilah cara Allah menyapaku dalam kasihNya. Coba saja jika Allah tak ijinkan aku temukan rentetan kalimat itu, coba saja jika Allah tak kirimkan sahabat baikku untuk menegur kekacauanku kala itu. Maka benar2 saat itu aku adalah orang yang amat merugi karena Allah tak lagi peduli padaku.

Allah, terimakasih banyak ya..

Dan dengan ini aku mohon ya Allah, kuatkan aku dengan iman. Kuatkan aku dengan kedekatanMu. Hingga tiba saat yang tepat nanti, Kau berikan aku laki-laki pilihanMu. entah dia atau laki-laki lain. Yang jelas aku percaya Kau sudah siapkan yang terbaik untukku.

Sekuat apapun aku ingin bersamanya, seyakin apapun dia denganku. Maka semua itu hanya omong kosong jika saja Kau bilang TIDAK. Maka Allah, ijinkan cinta ini hanya untuk seseorang yang akan menjadi pendampingku kelak. Ijinkanlah ya Allah rasa sayang ini, rasa hormat ini, ketaatan ini, kepatuhan ini kuberikan hanya untuk seseorang yang mencintaiMu melebihi cintanya padaku, seseorang yang kuharap mampu menjadi pengingat akan kebesaranMu, seseorang yang kuharap selalu mengajak untuk selalu mendekat padaMu, seseorang yang kuharap bisa membimbingku ke surgaMu.

Aamiin

7 thoughts on “Cinta Dalam Ikhlas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s