About Me

Tertanggal 28 Juli 1992, di sebuah dusun kecil di kaki gunung Ungaran. Jam 02.00 dini hari, tepat umur kandungan 9 bulan 9 hari aku terlahir dengan selamat sebagai buah cinta pertama Ibu Nurchamidah dan Bapak Purwadi. Aku tak ingat bagaimana perasaanku saat akan keluar dari perut ibu. Mungkin aku merasa kesal saat didesak keluar, padahal kala itu aku sedang bersemayam hangat di dalam sebuah kantong. Aku tak ingat suara bapak mengadzani telinga kanan dan menyempurnakan dengan iqomah di telinga kiriku. Aku pun tak ingat bagaimana gelak tawa keluarga besar menyambut kedatanganku disaat aku sedang menangis keras karena merasa asing di dunia baru. Mungkin aku masih terisak isak kemudian mencari air karena kehausan. Mungkin saat itu yang kupedulikan hanya menangis karena lapar dan haus. Lupa akan janji kepada Tuhan yang kubuat saat dalam kandungan ibu. Janji untuk taat kepada Allah, menjalankan segala perintahNya, dan tidak menyekutukanNya.

Aku dinamai Atik Nurul Laila oleh mbah kakung (Amin Mustofa). Beliau adalah bapak dari ibuku. Istrinya atau ibunya ibu meninggal jauh sebelum aku terlahirkan. Hal yang paling aku ingat dari beliau di nisannya adalah tanggal lahir yang persis dengan tanggal negara ini merdeka, 17 Agustus 1945. Atik berarti “taat”. Nurul berarti “cahaya”. Dan Laila berarti “malam”. Kata mbah kakung, nama ini berdoa agar aku menjadi anak yang solihah yang selalu taat menghidupkan malam dengan cahaya qiyamullail. Indah bukan?

Aku besar di kota kecil bernama Ambarawa. Ambarawa sebenarnya bukanlah kota. Ia hanya sebuah kecamatan. Tempat dimana sering tersebut dalam buku sejarah perlawan terhadap Belanda xxxxxx.

Kini Ambarawa bukan lagi kecamatanku. Beberapa tahun lalu, Ambarawa di bagi menjadi dua kecamatan (Ambarawa dan Bandungan) dan desaku masuk dalam kecamatan baru, kecamatan Bandungan.

Aku bersekolah sejak TK. Dahulu belum ada yang namanya PAUD atau sekolah bayi. Meski demikian, sebelum aku resmi dinyatakan sebagai siswa TK, aku sudah sering ikut sekolah tanpa berseragam. Maklum, sekolahan di desa, dekat lagi dengan rumah. Istilahnya murid pupuk bawang. Umur enam tahun aku masuk SD. SD ku namanya MI Jetis, yang sekarang berubah nama menjadi MI NURUL ANWAR. Enam tahun pula aku menimba ilmu di sekolah ini. Prestasiku lumayan cemerlang. Tak pernah kududuki peringkat tiga selama enam tahun, di raporku yang ada hanya peringkat satu dan dua, bahkan seringnya satu malah (#pamer). Aku menjadi murid tauladan putri saat itu, mengikuti lomba dokter kecil, dan menjadi primadona. Ya! Di kelasku hanya ada lima perempuan dari 20-an siswa. Bagaimana tidak kami para perempuan jadi primadona?hehehe Beranjak masuk jenjang berikutnya SMP. Aku sekolah di SMP 1 Ambarawa. Jika MI Jetis dulu hanya berjarak 50 meter dari rumahku. Sekarang di SMP aku harus naik angkot selama 5 menit menuju sekolah. Tetep deket sih hehehe. Diawal aku masuk SMP, aku merasa tak menjadi apa apa. Banyak temanku berkacamata, dan aku paling minder dengan orang berkacamata yang seakan-akan terlihat pintar. Eh, tapi ternyata semangat juangku luar biasa, hingga sama seperti saat aku di MI dulu. Tak pernah kududuki peringkat tiga semasa sekolah. Di raporku hanya bertengger angka satu dan dua di kolom ranking. Dan karena aku selalu masuk kelas unggulan, maka ranking itu mewakili siswa dari kelas A hingga E, mungkin sekitar 200-an siswa. Di SMP aku mengikuti Palang Merah Remaja (PMR), ikut lomba pidato bahasa inggris dan pernah menyabet juara dua tingkat kabupaten. Aku juga menjadi siswa teladan putri saat SMP. Dan lulus dengan predikat terbaik kategori Ujian Sekolah dan terbaik kedua kategori Ujian Nasional. Hingga saat acara pelepasan (wasanawarsa), aku diberi kehormatan untuk mewakili sambutan siswa menggunakan Bahasa Inggris.

Setelah lulus SMP, sempat terjadi perdebatan yang cukup panjang di keluarga. Antara masuk pesantren dan melanjutkan sekolah SMA. Bagian hidupku yang satu ini menjadi cerita paling dramatis yang pernah kualami hehehe. Untuk kali pertamanya aku menghadapi situasi yang cukup pelik di keluarga. Tapi Alhamdulillah semua bisa terlewati. Melihat hasil nilai ujian akhirku di SMP, akhirnya aku melanjutkan sekolah SMA. Aku bersekolah di SMA 1 Ambarawa. Ini yang kemudian aku sebut aku besar di Ambarawa. Karena tak pernah kucicipi kota selain Ambarawa. Hampir 17 tahun aku bergelut mudeg muleg menimba ilmu di kota pertempuran ini. Aku mendapat peringkat terbaik kedua saat masuk sekolah ini. Bangga dong masuk SMA 1 Ambarawa, meski bukan SMA favorit se kabupaten, tapi SMA-ku ini adalah satu-satunya SMA NEGERI di Ambarawa. Hehehe. Dan tak salah, di sekolah ini aku berhasil menyabet dua penghargaan berturut turut selama dua tahun atas prestasiku meraih juara II Mapel Astronomi tingkat kabupaten. Selainnya, aku juga pernah mendapat piala sebagai penghargaan siswa teladan putri tingkat kabupaten. Di SMA aku jago telling story, semacam berkisah menggunakan Bahasa Inggris, hingg akhirnya aku diikutkan dalam tim untuk maju Lomba Kecerdasan dan Ketangkasan (LKK) tingkat kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Dan di acara ini, tim kami mendapatkan juara Umum😀. Organisasi yang aku geluti semaca SMA cukup aneh. Di tahun pertama aku mengikuti OSIS dan kemudian menjadi wakilnya. Di tahun keduaku di SMA, aku ditunjuk menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK), dan disisi lain aku juga menjabat menjadi Ketua Palang Merah Remaja (PMR) SMA 1 Ambarawa. Disini yang menurutku aneh. Dalam satu tahun kepengurusan aku diamanahi dua posisi penting organisasi. Aku seakan-akan seperti orang yang haus akan jabatan. Tapi insyalllah enggak lah ya, semoga niatnya lurus kala itu J.

             Tiga tahun sudah aku bergelut dengan dunia ABG di SMA. Tiba masanya aku menempuh hidup baru di dunia kampus. Alhamdulillah aku diterima di sebuah universitas ternama di Indonesia, universitas nomer satu kala itu dengan sebutan kebanggaannya sebagai universitas kerakyatan. Aku mengambil jurusan Teknik Fisika. Entahlah kenapa dulu aku memilih jurusan itu. Mungkin inilah yang dinamakan kehendak Tuhan. Berawal dari ketidaktahuanku tentang Teknik Fisika, namun berakhir dengan bangga bisa menimba ilmu disana. Bukankah Allah memang tahu yang terbaik untuk kita? Dan disinilah untuk kali pertamanya aku memulai hidup jauh dari keluarga. Tahun pertama di UGM aku mengikuti beberapa organisasi. Karena di SMA sudah bergelut dengan dunia ke’politik’an semacam OSIS, maka di kampus ini aku ingin mencicipi organisasi yang berbau islam. Masuklah aku di Keluarga Muslim Teknik (KMT). Dua tahun lebih aku berkecimpung di KMT. Asik! Seru! Manfaat banged. Karena disinilah aku dipertemukan dengan banyak orang solih. Dan mereka semua menginspirasi. Selain itu, aku juga berkecimpung di dunia penelitian. Aku masuk Lembaga Penelitian dan Kajian Teknik Aplikatif (LPKTA) divisi Media and Public Relation. Terakhir, di usia ke tiga ku jadi mahasiswa aku ikut komunitas energi yang dikenal dengan sebutan KAMASE (Komunitas Mahasiswa Sentra Energi). Komunitas ini merupakan komunitas yang konsen dibidang energi, terutama energi terbarukan. Disinilah aku mulai menemukan siapa aku beserta apa yang aku suka. Kalau sama kamase sumpah cinta mati kali ya (lebay). UGM merupakan tempat dimana aku mengenal tentang mimpi. Berawal dari kampus inilah aku mulai menulis tentang mimpi. Segala yang tak pernah kubayangkan sebelumnya tiba-tiba hadir menawarkan banyak pilihan mimpi. Hingga sebelumnya aku yang tak percaya bisa mengukir prestasi di lautan mahasiswa unggulan dari seantero negeri ini, sekarang aku tahu bagaimana cara menjadi aku disini. Beberapa kali mengikuti lomba sembari jalan jalan dari Jakarta, Purwokerto, Malang, hingga Surabaya dan pulang membawa piala. Awal Febuari 2014 lalu aku diijinkan Tuhan untuk mengunjungi negeri sakura. Merasakan dinginnya es dan berfoto bersama boneka salju. Well, begitu sekelumit tentang siapa aku. Masih banyak cerita dan kisah tentang aku. Semoga Allah mengampuni kesalahan yang menjadi penyakit hati dalam tulisan ini.

2 thoughts on “About Me

    • atiknurullaila says:

      waalaikumsalam..

      saya di jepang cuma beberapa hari saja. menghadiri acara konferensi, jalan2 lepas itu pulang lagi ke indonesia.
      Mas Joe di jepang sekarang? kuliah? dimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s