Hadirnya Kau

Siang di Bekasi, Setelah berjalan2 seharian kemarin, nampaknya badan berkata cukup memintaku istirahat sedari pagi tadi. Membaca buku-pun tak banyak mengobati resah yang sedang kurasa. Mungkin disini aku bisa bercerita. Mengungkapkan secuil perasaan yang akhir2 ini mengganggu fikiranku. Boleh kubilang sekarang aku tak sendiri. Maksud kesendirianku ini adalah makna yang sebenarnya, bukan sendiri karena jauh dari Tuhan, atau tak punya teman. Bukan! Aku tak sendiri karena nampaknya di hati ini muncul benih cinta. Cinta kepada makhluk ciptaan-Nya. Allah…

Jika memang Kau berkehendak baik untuk kami berdua, maka mudahkanlah urusan kami. Keadaan seperti ini jujur membuatku merasa malu pada-Mu Allah. Saat dimana harusnya aku memikirkan-Mu, namun bayangnya justru menghantuiku. Saat dimana harusnya aku menyebut nama-Mu dalam dzikirku, namun namanya justru muncul dalam benakku. Allahu rabbi, Ketika aku jatuh cinta.. Jangan biarkan cinta kepadaMu terhalang olehnya. Teruntuk sesorang yang akan menjadi suamiku, Terimakasih telah datang menemui orang tuaku, menyampaikan niat baikmu, dan membuat orang tuaku dengan baik menerima maksudmu. Hingga detik ini aku masih berharap kau lah yang menjadi imam bagiku. Memimpin keluarga kecilku menuju jannah yang dijanjikan Rabb-ku. Aku memahami kau bukanlah orang yang sempurna di mataku, tapi aku percaya kau mampu membawaku menuju kepada kedekatan Rabb-ku. Tapi aku percaya kau akan menjadi suami yang baik yang meluruskanku ketika aku berbelok. Tapi aku percaya kau akan menjadi ayah yang baik untuk anak-anakku. Tapi aku percaya kaupun mampu berbakti kepada kedua orang tuaku. Tapi aku percaya kau menerimaku dengan apa adanya aku. Tapi aku percaya, kau menghargai semua mimpi-mimpiku. Dan aku percaya kau bisa membawaku menuju surga Rabb-ku. Sekali lagi aku beritahu bahwa ini hanyalah pahamku. Jika Alah menghendaki lain, jika Allah berkehendak lain, maka semoga pengharapan ini berlabuh kepada seseorang yang lebih tepat. Selalu Allah.. Jika memang menurut Engkau dia baik untuk agamaku, akhiratku, dan kehidupan duniaku. Maka takdirkanlah ia untukku. Kuatkan dan sempurnakan iman kami, taat kami, taqwa kami kepada-Mu. Permudahlah dan segerakanlah kami bersatu dalam ijab qabul sesuai syariat-Mu. Dan selalu Allah.. Jika memang menurut Engkau dia tidak baik untuk agamaku, akhiratku dan kehidupan duniaku. Maka lapangkanlah kami menerima putusan-Mu. Dan takdirkanlah seseorang yang lebih baik untukku. Dan berikanlah seseorang yang paling tepat pula untuknya. Minggu, 7 Juni 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s