Ke Tanah Sumatera

Aku pernah ke Lampung sekitar 13 tahun yang lalu, saat itu aku masih duduk di bangku kelas 4 SD. Memori yang terukir kala itu tak akan pernah seperti sekarang. Aku sudah 23 tahun sekarang, dan saat kujajaki tanah Sumatera Desember lalu, aku ukir memori indah di kepalaku lekat2 bersama keluargaku disana. Tentu saja lebih indah dari yang sebelumnya, karena sekarang aku dapat mengingat kejadian setiap detiknya. Well sedikit ingin kubagi ceritanya ya,

Malam semakin larut dan detak jam tak pernah mau berhenti ataupun melembat sedetik pun. Aku sudah siap berangkat sejak pukul 18.30. Lalu duduk manis sambil menunggu ketukan pintu kontrakan. Berharap tiba2 seseorang muncul membawakan tas dan melepas kepergianku menuju tanah Sumatera. Tapi harapan itu semakin lama semakin semu, biarlah mamang gojek saja yang menggantikan perannya. Mungkin sebaiknya memang begini yang harus terjadi hehe. Berangkat  pukul 20.30 naik bis Damri dari pangkalannya di depan terminal Bekasi. Hari itu tanggal 23 Desember 2015. Tentu saja perjalananku ditemani kemacetan ibu kota yang luar biasa karena esoknya adalah hari cuti bersama memperingati natal.

Pukul 02.00 dini hari bus yang kutumpangi masuk kapal fery. Jika dulu penumpang diperbolehkan untuk tetap duduk di dalam bus saat kapal dijalankan, peraturan sekarang tidak mengizinkan demikian, pasalnya hal itu akan membahayakan keselamatan jika saja terjadi sesuatu dengan kapal. Namanya juga ngebolang sendiri, yasudah suka-suka saya mau kemana saja di kapal ini. Terkadang solo traveling itu memang menyenangkan. Meski begitu kalo sudah bersuami nanti agaknya Solo traveling harus ditinggalkan. Bukankah kemudian solo traveling lebih menarik diganti date traveling? Wkwkwk #ngaco

Puas melihat sekeliling kapal akhirnya memutuskan untuk duduk di salah satu kursi di bagian luar kapal. Agar tetap bisa menikmati hembusan angin malam di tengah laut. Menyenangkan kubilang sekali lagi. Kau tahu? Destinasi yang paling aku suka adalah laut, sungai, dan gunung. Mmmm tapi lembah juga sepertinya asik, padang rumput juga menyenangkan ding #apasih kok jadi semuanya kesebut begini. Well lanjut. Karena tidak ada pilihan lain aku memaksa seseorang menyingkirkan tas nya untuk bisa kupakai duduk. Meski tampang garang pakai kalung dan tindikan, gua mah cuek aja.

“Saya duduk disini ya mas.”

Dengan serta merta laki-laki tadi mempersilahkan dengan sangat sopan kepadaku. Nah kan baik ini orang. Dia tak sendiri, bersama teman-temannya dia mengajakku bicara kesana kemari. Banyak hal yang kami bicarakan malam itu. Ditemani kopi dan pop mie kami bercerita, berbagi, bercanda, tertawa, dst. Aku mengaku sudah bersuami. Biar saja aku bicara begitu. Aku hanya ingin memproteksi diri, agar mereka tak berani macam2 kepadaku. Toh juga sebentar lagi aku juga akan bersuami #eh #ups.

Pukul 08.00 pagi aku sampai di pool bus Damri di daerah Raja Basa. Tak lama kemudian Anam (adik sepupu aku) datang menjemput dan berangkatlah kami ke destinasi pertama. Awalnya diajak Mbak Yayuk and the geng main ke pantai. Tergiur sih tapi nanti saja laaah. Targetku ke Lampung kali ini adalah untuk bersilaturahim ke semua saudara yang aku punya disini. Maka jangan sampai waktuku hanya habis untuk bermain-main. Besok aja kalo udah punya suami main2 puas di Lampung #ups.

Jpeg

Welcome to Bandar Lampung

Jpeg

Ini Khasnya Lampung Tengah

Jpeg

Selama 4 hari aku di Lampung aku silaturahim ke tempat pakde, bude, paklek, bulek, simbah, mbak, mas, dan semuanya. I’ll tell you more in a photo ya. Cause visual speaks louder😀

Hari pertama sampai dirumah pak Muhdi (pak Muhdi itu bapaknya Anam) yang nyamaaaan banged, karena depan belakang rumahnya dikelilingi taman yang luar biasa hijau dan asri🙂

Jpeg

Depan rumah Anam

Jpeg

Jpeg

Jpeg

IMG_20151226_074200_HDR

Lalu pada hari yang sama, setelah mandi makan dan bercengkerama segera kami menuju destinasi selanjutnya, ke rumah Pak Arif. Pak Arif adalah adik dari Ibu. Banyak hal yang aku salutkan dari pak Arif, sosoknya yang masih muda memiliki semangat dakwah yang luar biasa. Beliau di Sumatera mendirikan sebuah pesantren sederhana di daerah Pa’En. Bersama Istrinya (Bulek Yasmine) dan juga Pak Safak sekaligus istrinya (Bulek Halimah) pelan2 membangun kawasan kondusif bagi para penuntut ilmu agama. Ide pembangunan kamar santri, gerbang pesantren, dan perluasan2 lainnya sedang digodok saat ini. Hal yang paling membuatku amazing adalah bahwa biaya pembangunan tersebut sebagian besar adalah hasil dari usaha sendiri dan sedikit sumbangan penduduk setempat. Semoga lancar ya. Dalam waktu 4 tahun saja santrinya sekarang sudah mencapai 80 orang putra putri. dengan adanya pembangunan tersebut semoga bisa lebih banyak menampung lebih banyak santri. Aamiin.

Jpeg

Diatas adalah orang2 luar biasa yang aku ceritakan tadi. Kiriku itu pak Safak dan kananku itu pak Arif

Maaf untuk foto yang tidak begitu bagus hasilnya. Yang mengambil gambar ini belum ahli menggunakan smartphone masa kini hihihi. Sayangnya aku tidak bisa memberikan foto istri2 mereka. Keduanya menggunakan cadar, tak baik jika aku pamerkan kecantikannya disini. Mmm tapi mungkin aku bisa berbagi foto anak2nya.

Jpeg

Danif (baju putih) dan Wafa (baju merah). Keduanya anaknya pak Arif, alias adik sepupu gueh

Jpeg

Ini namanya Aisyah Maharani (anaknya pak Arif juga yang ketiga). Pas ambil gambar ini saya ngakak betul.

Jpeg

Si bocil satu ini habis nangis gegara diajak mbak sepupunya yang cantik ini ga mau. Dan herannya sampai aku pamitan pulang masih aja dia ga mau disentuh. Seseram itu kah saya?

Jpeg

Kalau ini si ganteng Naufal (anaknya pak Safak). And the finally aku bisa ketemu sama ini bocil😥 terharuuu

Awalnya si Naufal nangis pas pertama aku gendong. Belum pernah liat sih, wajar masih takut. Lepas kami tidur bareng, nempel juga dia. Bahkan saat ditinggal Abi sama Uminya ke pasar, ga nangis dia. Duuuh senangnya. Semanis itu kah saya? #apasih

Jpeg

Perlu disampaikan. Kiri saya itu mbah kakung Amin Mustofa. Sekarang ini tinggalnya di Lampung bareng sama pak Safak dan Bulek Halimah juga si ganteng Naufal. Pagi itu kami bercengkerama bercanda bercerita melepas rindu

Jpeg

Beliau sudah renta dan tua. Tapi semangat membacanya luar biasa, terutama membaca quran. Puasa mbak kakung ini juga luar biasaaaa. Setiap senin dan kamis tak pernah alpa. Sholat malam nya pun selalu terjaga. Sehat-sehat ya mbah🙂

Well, share foto di keluarga dari Ibu sudah. Next to the Bapak’s family. Start dari keluarganya pak Muhdi yaaa. Pak Muhdi itu adiknya Bapak persis. Jika bapak anak nomer 4, maka pak Muhdi anak nomor 5. Istri pak Muhdi namanya Bulek Sri. Well sebenarnya bulek Sri itu masih saudaraan juga dengan pak Muhdi. Intinya mereka itu ponakan dan paman. Eh tapi jadi istrinya. hehe yang harusnya saya panggil bulek Sri itu dengan sebutan “mbak”. Karena jadi istrinya pak Muhdi saya panggil beliau “bulek” deh. Oke mereka punya tiga anak. Pertama Anam, kedua Ala, ketiga si cantik Arin.

CYMERA_20151227_171013

Jpeg

Anam yang pakai sweeter hitam putih. Sedang dikirinya itu saya. Iya saya di jaman bahula. Haha😀. Nemu foto ini saat kami membuka album lama di ruang keluarga. Geli saya. Pernah seimut itu toh ternyata.

Lalu lalu, saya juga berkunjung ke tempat Mas Taqim & Mbak Udah, Mbak Komah & Mas Madu, Mbak Yayuk & Mas Widi. Satu satu saya datengin semua. Termasuk ke rumah pakde Jaidin, ke tokonya mas Zaki, Mbak Siti, Mudah, Pakdhe Dodo, dan lainnya. Well  perkenalkan, ini satu geng main di Lampung kemarin, karena kebetulan semua sedang liburan, maka 2 hari bersama mereka isinya main main aja. SERU!

Jpeg

Ini yang aku sebut geng main tadi😀

Jpeg

Di depan rumah mas Zaki

 

IMG_20151225_210449_HDR

Nemenin bocil-bocil main