Jalan-Jalan ke JOGAN

Kali ini aku akan bercerita tentang anak- anak TPA yang ngajakin jalan jauh banged. Pagi ini bakda subuh, setelah sholat berjamaah di masjid An- Nur dusun Danggolo, ada tadarusan. Tadarusan ini dilakukan setiap hari Minggu pagi ketika bulan ramadhan. Kalau pas gak ramadhan biasanya hari Sabtu malam. Aku tidak menyangka, orang yang berjamaah di masjid cukup banyak di dusun ini, good good J Tadarus dimulai dengan Mas Hardi berdiri di mimbar kemudian membacakan surat Ar- Rahman ayat 1 sampai 13. Mas Hardi membaca sepengggal kecil ayat, kemudian jamaah sholat subuh menirukannya sedikit demi sedikit pula. Bacaanya tidak begitu bagus, bahkan content menjelaskan terjemahan dari surat itu sendiri sangat terbatas. Tapi sungguh semangat itu yang membuat saya iri. Kapabilitas ilmu yang terbatas itu sangat lebih tinggi ketika disampaikan dibandingkan kami yang punya ilmu lebih namun implementasinya masih sangat rendah.salut salut. Semoga Allah memberikan kemudahan dalam belajar untuk Mas Hardi sehingga dalam penyampaian ayat- ayat alquran selanjutnya lebih bagus.

Setelah ibu- ibu dan bapak- bapak (Mmmm, kayaknya lebih tepat dipanggil mbah mbah heheheh) dilanjutkan untuk tadarusan remaja. Hanya ada beberapa saja yang datang pagi ini. Perempuannya hanya ada tiga orang (aku, Fita, Ipuk) dam yang laki- laki lumayan lah (babas, shohib, dona, sukiyanto, dwi, ardha, Oko, mas Hardi dll). Lagi- lagi, bacaannya sungguh masih belum bisa lulus dari iqra’. Terbata- bata dan banyak yang salah. Namun, lagi dan lagi semagat itu yang aku belajar dari mereka. Coba saja dengan keadaan dusun yang cukup terbatas ilmu agamanya ini, banyak yang tidak puasa, sholat juga bolong, banyak yang tidak bisa membaca quran, tingkat pendidikan rendah, namun di dalam masjid yang kecil yang tak mampu menampung banyak jamaah ini ketika tarawih, semangat mereka yang meembuatku bangga.. lanjutkan anak muda.

Tiba- tiba di akhir tadarusan, mas Hardi menunjuk kami tim KKN untuk menyampaikan sedikit evaluasi tentang bacaan quran. Aku agak canggung, banyak hal yang ingin aku katakana kepada mereka terkait bacaan mana saja yang salah dan bagaimana cara memabcanya yang benar, tapi aku sungkan, aku takut meggurui, akhirnya hanya sedikit yang bisa kusampiakan terkait bacaan panjang pendek yang harus di benahi lagi, ghunnah yang kurang mendengung, ikhfak, idhgham dan lain sebagainya.

Selepas itu, aku ikut jalan- jalan anak- anak TPA Danggolo. Jalan awal mulus- mulus saja, semua lancer, jalan tidak seperti waktu lalu ketika aku pergi ke pantai Timanng bareng anak- anak RT 02 Dusun Danggolo yang jauhnya subhanallah sekitar 4 jam-an bolak balik jalan ke pantai timang. Dan jangan salah jalanny tidak semulus jalan pada umumnya namun sangat terjal, berbatu, naik turun berkelok dan ada juga yang super nanjak, pernah dulu ketika tim kamase survey 2 motor milik satria dan arief jadi korban ban bocor dan kempes. Kali ini jalan lebih enjoy, meskipun naik turun tapi jalan tetep mulus, meski berkelok- kelok masih bisa lah aku  jalan.

Foto0265

Foto0267Hanya saja, di tengah jalan aku kebelet pipis, Wah rasanya gak enak, sebentar sebentar si Febri anak kelas 6 SD itu bilang,  “Mbak, ini jalan baru setengahnya lho..” masyaAllah padahal itu kami sudah berjalan lebih dari 40-an menit. Banyak anak- anak yang bilang, “Pipis di semak- semak aja mbak”, ada juga yang bilang, “Itu mbak ada rumah tak terpakai, pipis situ aja”. Jelas saja aku menolak, Eits yang benar saja..Lalu berjalan di turunan lagi aku menemukan sungai, “mbak mbak pipis di situ lho” dalam hatiku WHAT??? Di Sungai tidak menyelesaikan masalah, bagaimana kalo ada orang ngintip. Apalagi ini anak- anak yang ikut jahil jahil semua, Febri, Oko, Dwi, dan kawan- kawan lain.  Hrrrr, mending aku ngempet sampai pantai. Eits awalnya aku gak tau ini bakal jalan ke pantai. Mereka hanya bilang mbak kita ke Jogan ya.. Ha apa Ja ja jagon?? Mereka berkata, bukan jagon, tapi JOGAN … hahahaha aku hanya manggut- manggut. Tak taunya jogan itu sebuah pantai yang berdekatan dengan pantai Siung. Tau sendiri dulu dari Danggolo maen ke Pantai Siung masyaAllah jalannya jauh leee, pakai motor lagi itu, nah sekarang ???? hiks hiks… sambil menahan ke kemar mandi, aku melihat banyak apa yang dilakukan anak- anak itu, mereka anak- anak desa yang bersama saling memiliki, dengan keterbatasan yang mereka punya, mereka bisa berkelana kemana mereka mau, mereka bisa bersenang- senang bagaimanapun mereka mau. Dan bagiku hal yang speerti ini sangat menyenangkan, saling ejek, yang laki- laki kemudian jahil nyalain petasan dimana- mana, dan yang perempuan menjerit sambil menutup telinganya dan berloncat ketakutan. Hahaha mereka lucu sekali  mengingatkan dulu ketika aku masih kecil, jalan di pematang sawah sampai pasar Deso atau Hollywood .. menyenangkan sekali. Di sepanjang kali berjalan banyak motor- motor berboncengan laki- laki dan perempuan, atau laki- laki semua yang kebut kebutan mencari perhatian, atau perempuan perempuan yang mondar- mandir naik motor bolak balik ke arah kami. Ya Allah padahal mereka masih SMP SMA, bahkan SD. Pacaran! Mencari perhatian! .. kemudian setiap ada laki- laki dan perempuan berboncengan mesra, anak- anak menyoraki keras, AST……TAGHFIRULLAH !! poso poso do pacaran sambil berteriak dan cekikikan. Mungkin merasa puas bisa mengerjai orang yang sedang bermadu kasih.

Sesampainya di Pantai Jogan. Pemandangan luar biasa lagi- lagi aku dapatkan di bumi indah Indonesia ini. Meskipun tidak ada pesisir pantai, pantai Jogan ini pantai yang indah karena ada air terjun tawarnya yang mewarnai air laut sheingga bercamur menjadi satu. ada lagi khas pantai gunung kidul yang ada bukit hijau, pasir putih dan langit biru yang ikut menambah indah suasana.

Foto0279

Foto0280

Anak- anak berkecipak di sungai memainkan sandal, aku berkali- kali mengingatkan untuk hati- hati agar tidak terpeleset. Bagaimana kalo terpeleset? Bisa- bisa aku yang disalahkan. Bukankah aku yang paling tua diantara mereka. Hahahaha meskipun wajahku sepadan dengan mereka😀

Baru sebentar kami menaiki bukit dan beristirahat sejenak menikmati deburan ombak, anak- anak sudah berteriak ayo pulang ada tebengan mobil. Ayo ayo… kami berlari menuruni bukit kemudian berlomba- lomba naik mobil pick- up. Di belakang mobil kami bercerita ketawa- tawa sambil mengembangkan sedikit baju kami agar angin hasil gesekan laju mobil dengan udara sekilas mampir pada ketiak kami… segar sekali __ini nih beberapa foto diambil pas kami naik tebengan mobil pick up😀

Foto0286

Foto0290

Perjalanan ini akan menjasi perjalanan yang mengesankan ^^ terimakasih Allah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s