22W My Pregnancy Story

Well, today you’re 22 weeks. 9 Maret 2017

It’s always amazing when you move your feet. You’re alive in my belly dear. Mom is very surprise.

Well, pertama bunda minta maaf ya sayang udah lama banged ga nulis disini. Terkahir nulis ceritanya bunda masih muntah2 aja setiap pagi, dan sekarang udah ga pernah lagi. Wow! It has been 5 weeks ago. Sekali lagi maaf. Pekerjaan kantor lagi penuh ini sayang.. Ini aja Bunda nyuri2 waktu di sore hari biar bisa nulis secuplik kisah tentang kamu.

Kisah kali ini bermula dari dua minggu yang lalu, Yap setiap akhir bulan bunda sama ayah pergi ke Hermina jengukin dedek. Dan hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan buat bunda karena bunda tahu nanti bunda sama ayah akan tau you’re a boy or a girl. Deg- deg an! Sungguh! Tapi well biar Allah yang mengatur. Sebelum bunda masuk ruang dokter, bunda udah senyam senyum aja. Yeay bunda seneng karena setalah tau kan nanti ayah janji mau kasih tau siapa nama kamu yang sok2 an ayah sembunyiin dari bunda sejak lama. Bunda sudah merengek2 minta dikasih tau siapa namanya tapi yaaa gitu ayah main rahasia2an. Tapi hari ini saat kami tahu dedek laki atau perempuan, ayah janji mau kasih tau nama yang selama ini disimpen ayah buat dedek.

Setelah mengantri cukup panjang, jumpalah lagi dengan dokter Zakia. Bunda seneng banged hari itu bunda bisa lihat kamu lagi. Sekarang berat dedek sudah 500 gram. Alhamdulillah. Dokter Zakia mulai memperlihatkan lingkar kepala, tangan, perut, kaki, everything normal. Yeay! Dan sampai pada akhirnya diantara kaki, dokter Zakia pelan-pelan mengusik dedek biar mau buka kaki. Tapi lucu! Kakinya dedek malah mengapit erat dan tidak mau dibuka.

“Sayang, ayo buka, ini lho bunda sama ayah udah ga sabar pingin lihat dedek ini laki-laki atau perempuan” Kata dokter Zakia sembari menggeser2 kamera USG nya. Tapi meskipun diusik, tetep saja dedek tidak mau buka kaki, keduanya masih mengapit meskipun badan berganti posisi.

“Deeek, buka dong ayo!” Seru bunda gemes sambil ketuk2 perut bunda sendiri. Well sama saja tapi hasilnya, si doi masih tidak berkenan memperlihatkan. Baiklah sedikit demi sedikit kami mulai menyerah, dan ketika hampir disudahi USG nya, TARAAAAAA!!! Dedek buka kakinya, alias ngangkang! Wow Wow Wow! Kami yang ada diruangan USG berusaha mengamati dengan cermat sesuatu yang ada diantara kaki dedek di layar. Pelan-pelan bunda mulai paham jenis kelamin dedek apa, tapi bunda masih bungkam. Bunda tidak mau menebak, biar saja dokter Zakia yang memberitahu, barangkali bunda salah menerka.

“Ini laki-laki ibu. Kelihatan ini buah zakarnya, tuh tuh lihat.” Bunda sama ayah langsung pandang2an dan kami berdua tersenyum. Lucunya, setelah kami tahu dedek itu laki-laki, kaki dedek tetap mengangkang dan tidak mau menutup. Kami semua tertawa. Kami bujuk dedek untuk segera menutup kakinya. Kan malu dilihat juga sama suster. Tapi yaaa namanya juga bayi mana paham. Santai saja dia membuka kakinya lebar2 di dalam perut bunda dan seperti enggan mau menutup. Kata ayah, dasar porno! Hihihihi ngikut siapa itu yaaa? hhe

Btw. Alhamdulillah :). Terimakasih sayang sudah mau menunjukkan itu ke kami. Dan finally sampai rumah akhirnya ayah menepati janjinya,

Insyallah nama sementara yang dipersiapkan ayah buat dedek adalah ABYAZ ABQORY MARUNDURI. Well terdengar cukup indah hhe, tapi bunda belum setuju nama tengahnya. Cari yang lain ya ayah J. Dan untuk sementara ini kami akan panggil dedek dengan panggilan Ayaz. Ayaz anak bunda yang solih :).

Advertisements