Cerita Cinta Kita

Teruntuk seseorang yang amat aku sayang, suamiku

Boleh ya aku menulis sesuatu? tentangmu, hanya karena aku takut memori itu sirna karena waktu. Tau sendiri aku ini orangnya pelupa. Maka sayang, boleh kali ini aku torehkan kisah cinta kita disini?

Aku yakin kau pasti mengizinkannya, karena kau itu baik. Amat baik bahkan. Kau yang mendukungku agar aku mampu menjadi seorang penulis hebat, kau selalu meyakinkanku kalau tulisanku itu indah. Maka jika aku belum berani mempublikasikannya dengan orang lain, boleh kan aku mulai menulis disini, menulis kisah ku bersama sahabat sejati sehati sehidup dan semati,

Perjumpaan kita memang tak pernah terencana oleh kita sendiri, bahkan jika boleh aku menentukan takdirku dulu, maka mungkin sekarang ini kita tidak akan pernah bersama seperti ini. Aku masih ingat cita-cita ku dulu menjadi seorang dokter yang hebat, jika memang begitu maka harusnya bukan di teknik Fisika aku belajar S1 bukan? Tapi Allah tunjukkan jalan itu. Dan di sana aku bertemu denganmu. Pertemuan kitaΒ  memang tak terencana dan tak disengaja. Aku pun tau seberapa besar keinginanmu untuk bisa masuk di kepolisian dulu. Tapi lagi-lagi, Allah takdirkan kau untuk belajar di teknik Fisika juga. Dan pada akhirnya kita bertemu

Hampir 6 tahun aku tahu namamu, tapi aku baru mencintaimu beberapa waktuΒ lalu. Tak pernah terfikir, tak pernah terbayang, dan tak pernah menyangka kau akan jadi suamiku.Β  Bahkan sekarang pun aku masih surprise, bagaimana bisa aku dan kamu bisa bersama, kita tidak punya dunia yang sama. Jodoh begitu ya?

Singkat cerita 4 tahun lebih kita bersama dalam satu atap kampus Teknik Fisika, hanya sekadar menyapa, jarang bercerita, tak pernah berbagi, apalagi saling suka. Karena waktu itu kau dan aku hanya teman biasa. Satu kelas sebenarnya, tapi aku tau kau karena komunitas yang sama. KAMASE. Aku ingat kau itu ketua KAMASE jaman angkatan kita. Tak cukup banyak yang special selama masa jabatan itu, tapi beberapa orang berkata kau berhasil menjadi ketua KAMASE waktu itu. Hey, bukan berarti aku jadi suka waktu itu ya? Sama sekali tidak. Eh maksudku belum, ya aku belum suka kau waktu itu. Tau sendiri kau itu bukan tipe ku.

Sampai suatu ketika saat tiba-tiba kau datang padaku, meminangku untuk kau jadikan istri. Apa kau pura-pura waktu itu? Hanya iseng? Serius? Atau main dadu? Sejatinya ingin kujitak kau saat kau bilang kau mau datang bulan Mei tahun lalu (2015) bicara dengan orang tuaku, lalu melamarku. Hey, peristiwa itu jangan kau jadikan guyonan belaka ya, kalau berani datanglah ke Ambarawa, temui bapakku dan segera sampaikan maksud kau. Berani tidak?

Masyallah ternyata hari itu tanggal 13 April 2015 kau lakukan janji itu. Kau datang ke rumahku, menemui Bapakku, Ibuku, dan entah dukun mana yang kau pakai, pelert model apa yang kau gunakan, semua bilang iya. Mungkin begitu ya jodoh? Padahal banyak halangan dan rintangan yang agaknya memang cukup sulit untuk mereka bilang iya. Nyatanya semua berakhir membahagiakan. Seperti sekarang ini. Kau dan aku bersama dan akan selalu seperti itu selamanya. Aamiin