005_Hari H Konferensi

8 Februari 2014

Malam harinya aku tidur hampir jam 2 malam untuk mengerjakan. Maklum deadliner sejati (gak boleh ditiru!), padahal pagi pagi benar aku harus berangkat ke Hokkaido University bersama teman teman yang lain untuk presentasi penelitian kami (Masih tak berniat memikirkan bagaimana caraku pulang, ya meski deg deg an juga sebenernya hehehe). Universitas Hokkaido bagiku amat menawan, meskipun orang bilang ini kampus biasa aja, lebih bagus Tokyo University atau Osaka University. Hmmm, tapi bagiku, aku suka sekali Hokkaido. Hokkaido dengan hamparan saljunya yang mengecat atap gedung-gedung bertingkat.

Konferensi berjalan cukup lancar. Timku mendapat jatah presentasi gelombang kedua. Jadi di delombang pertama kita nonton aja, lepas itu makaaaan dulu.

Nah ini nih makanan udah terjamin halalnya. Mantap dah. Yummi banged pokoknya

IMG_4419

IMG_4421

Time to presentation…

IMG_4455

IMG_4446

Nah lepas presentasi, ada tuh ketemu sm temen2 dari ITB, UI, Unhas, Thailand dll. Dan ketemu pula sm temen2 UGM. AKhirnya para ciwi2 berfoto ria untuk mengabadikan moment bertemu di negeri Sakura.

IMG_4426

Enough! Time to cerita hal mengharukan disini.

Ingetkan  kondisi keuanganku saat di Jepang? Mepet dan hampir minus. Tapi selalu saja karena aku percaya Allah bersamaku, maka siang itu Dia mendatangkan malaikatnya.  Saat itu aku sedang mengambil makanan, samar samar terdengar orang memanggilku,

“atiiiik… atiiik”

Suara itu lirih tapi terdengar kentara sekali di telinga. Aku masih ragu. Suara siapa yang seperti itu memanggilku. Masa temenku? Tak ada yang memanggilku seperti itu, bahkan orang disana yang dari Indonesia, tentu belum sepenuhnya mengenalku. Tak mungkin pula orang Jepang yang memanggilku. Lalu siapa?

“tik….atiiiiiiik”

Eh, suara itu makin jelas. Perasaan ini mengusik. Aku mencari sumber suara dan sungguh benar benar sungguh aku tak percaya dengan apa yang aku lihat. Antara heran, takjub, bingung, campur aduk jadi satu. Seseorang berdiri di hadapanku dengan sayap dan efek sinarnya bagaikan malaikat yang turun dari langit. Aku kenal betul siapa orang itu. Dan aku masih sangat tidak mengerti kenapa dia bisa tiba tiba ada disini.

“Haaaaaaaaa??? Kok sampean bisa sampe sini?” sambil berlonjak gak jelas dihadapannya. “Kapan mengurus visa dan lainnya? Ini mustahil.” Kataku bingung.

Dia hanya terkekeh, “Ngurus visa hanya satu hari, memakai kekuatan Negara tik”

MasyaAllah. Mana mungkin orang yang tak pernah kubayangkan sekalipun akan menyusul kesini, tiba tiba ia hadir menjelma menjadi malaikat dihadapanku. “Kok iso e mas??”

“Aku juga ga tau tik, sore setelah keberangkatanmu waktu itu, tiba tiba aku dapat telfon yang mengharuskanku untuk hadir kesini. Uang, tiket, visa semua sudah disiapkan. Maka mungkin ini adalah jalan Allah yang diberikan untukmu. Koe keentekan duit kan? hehehehe”, katanya terkekeh.

Ya. Mungkin inilah jawaban atas doaku. Bukti keMahabesaran Allah atas segala sesuatu yang dengan sangat mudah bisa Ia lakukan. Bukti bahwa jika kau percaya. Maka Allah akan selalu ada bersamamu. Lebih dekat dari yang pernah kau bayangkan J. MasAriel datang tanpa sedikitpun aku bayangkan sebelumnya. Berkat dia, aku malah mendapat kesempatan istimewa untuk makan malam bersama salah satu dosen UGM yang sedang melaksanakan study di Hokkaido University. Makan malam itu menjadi kenangan indah karena aku bisa bercengkerama banyak hal dengan keluarga beliau. Menikmati sushi bertabur ikan mentah dan teh ocha. Ah, hal ini membuatku semakin ingin pergi kesini lagi suatu saat nanti. Tinggal di negeri aman nan damai ini selama beberapa tahun mungkin. Entah study, entah rekreasi, apapun itu. Aku ingin juga membesarkan anak-anakku nanti dengan pendidikan moral yang luar biasa di negara ini agar anak-anakku kelak menjadi orang yang cerdas, berintegritas tinggi namun berhati rendah dan ringan tangan menolong orang lain layaknya seperti semua orang yang kau temui disini. Atau mungkin sebaiknya aku bermimpi saja agar negara ku menjadi seperti negara ini? Negara tak bertuhan yang rakyatnya memiliki moral jauh jauh lebih baik dibandingkan negara yang ber-Tuhan Esa, yang memiliki jumlah penduduk islam terbanyak di dunia. Aku melantunkan doa di tengah salju lebat turun di Hokkaido, agar Indonesia mampu berakhlaq baik seperti orang-orang Jepang yang kutemui namun tetap memiliki iman yang kuat. Aamiin

Go to the next part yaaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s