001_it comes true

Aku pernah bercerita tentang “Hokkaido” di tulisanku sebelumnya. Ah, aku selalu tersenyum kala kata itu terucap. Hokkaido. Akhirnya beberapa bulan lalu, tepat pada tanggal 6 Febuari 2014 pukul 20.30 dari bandara Soekarno Hatta aku berangkat menuju New Chitose, Sapporo, Hokkaido. Paper ku diterima dalam sebuah konferensi international di Jepang, 11th  Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting (HISAS 11). Sebelumnya, aku memang tak berharap banyak dengan segala kemungkinan positif. Namun, seperti mimpi-mimpi sebelumnya aku hanya memberikan yang terbaik, lalu selanjutnya biar Yang Maha Tahu menentukan yang terbaik untukku.

Perjalalan kali ini merupakan perjalanan luar biasa. Sebuah perjalanan yang membuatku dapat mencoret 3 mimpi sekaligus. Memang, tidak sedikit hal yang sudah dikorbankan, aku sudah merasakan pahitnya perjuangan, bahkan sering tersandung, dan kemudian jatuh. Teringat bagaimana aku harus naik turun lantai tiga gedung KPFT banyak kali untuk sekedar mengecek apakah surat yang kuajukan sudah ditanda tangani atau belum, belum lagi revisi ini dan itu. Setelah proposal menyebar kemana-mana, tak sedikit yang menolak, mulai dari jurusan, fakultas, mandiri, BNI, BRI, BPD, kementrian ini dan itu, perusahan minum, mobil, motor, dinas pendidikan, kebudayaan, pariwisata, kerja sama luar negri atau apalah semuanya di tolak (sabar sabar J). Akhirnya mencoba ke kantor gubernur Jawa Tengah (siapa tau dikasih uang, kan putra daerah hehehe) naik motor dari Jogja waktu itu, butuh waktu sekitar 5 jam perjalanan dari Jogja sampai kantor Gubernur (plus mampir dan kesasar kesasar dikit :D). Tau kan bagaimana cuapeknya duduk begitu selama 5 jam!! sampai sana setelah diputer-puter ke bapak ini dan bapak itu, akhirnya bisa ketemu juga dengan bagian humas, menceritakan tujuan dan bercerita la la la dan alhamdulillah akhirnya disetujui (tau kenapa disetujui? Karena punya kenalan orang dalam 😀 nah kalo gak punya? Ya siap siap aja menthog di security. Suruh nitipin proposal ke satpam lah atau semacamnya, dan kemungkinan dapetnya juga keciiiiiiiil banged). Nah saat sudah disetujui, rasanya ada air yang masuk ke kerongkongan setelah beberapa hari gak minum. Keluar kantor dengan senyum pede yang luar biasa lebar. Sayang seribu sayang, tiba tiba di telfon lagi dari bagian keuangan bahwa surat yang diajukan tanggal yang tertulis salah, harusnya ditulis tanggal 4-10 Februari, disana malah tertulis 4-0 Februari. Kesalahan kecil yang tak disangka, Cuma kelewatan angka 1 doaaaaannng YA RABBIIIII >.< bahkan sebelumnya surat itu sudah 2 kali lolos screening di kampus. Kenapa kesalahan itu baru diketahui sekarang? Disini disaat semua sudah disetujui 😥. Innallaha Ma’ana, Innallaha Ma’ana.

Lalu lagi, saat pertama kali pergi ke kantor Bupati Kebupaten Semarang, lagi dicuriga oleh security dan ditanyai macam-macam, setelah menghadap ini dan itu, menunggu bapak ini dan ibu itu, dan setelah berkali-kali kesana tapi nyatanya mereka tak mampu memberi apa-apa. Aku sempat putus asa. Rasanya ingin tertawa kalau mengingat bagaimana aku duduk di pojokan kantor Bupati, terisak dan lalu tak kuasa menahan air mata. Hahahaha memalukan! Nah mungkin saking terlihat menyedihkan mukaku ini, aku malah bertemu dengan kader partai politik X dan menawariku bantuan. Hehehe pinter banged e mas mas ngambil peluang kampanye (menurutmu aku ambil? Ga lah! Nanti aku disuruh kampanye gitu gitu.. kalo sevisi semisi sih kagak masalah. Nah ini? Partainya sereeeem >.< makasih aja ya mas J.

Hari H acara semakin mendekat, dan bahkan dalam waktu dekat ini aku harus ke Bandung untuk melaksanakan kerja praktik.Yah, sudahlah. Meskipun aku sudah habis sekarang. Karena semua sudah terkorbankan, pikiran, tenaga, uang, waktu (gara gara ngurus ini bikin aku ga belajar buat UAS coba :D). Aku cuma pasrah. Biarlah Allah yang menentukan. Toh kalo ini dijinkan oleh-Nya aku pasti berangkat kok, MBC (Mboh Piye Carane)! Jika pun memang tidak diijinkan berangkat ya setidaknya aku sudah belajar dan mengerti banyak hal. Aku jadi faham alur birokrasi industri, perusahaan, kantor pemerintah, dll. Aku mengenal beberapa orang penting yang sebelumnya tak kusangka aku bisa berhubungan dengannya, dan aku mampu menelusuri jalan yang tak pernah kulalui sebelumnya.

Malam sebelum aku keberangkatan, saat itu pukul 01.00 dini hari. Belum ada keputusan bagiku apakah aku akan berangkat atau tidak. Padahal kala itu tiket pesawat sudah terbeli. Dengan mempertimbangkan banyak hal, keputusan akhirnya dikethok palu! AKU MUNDUR !. Biarlah tiketnya hangus, temanku mencak mencak yo ben. Lha piye maneh? Saat itu aku rasa mundur adalah jalan terbaik. Daripada aku sampai Jepang tapi gak bisa makan? Ya. Mungkin ini takdir Tuhan, mungkin Tuhan ingin agar aku bisa menyelesaikan Kerja Praktikku dengan segera dan pengambilan data skripsiku berjalan lancar tanpa perpanjangan waktu 😀. Biarkan semua perjuangan ini menjadi buah pengalaman yang semoga dapat bermanfaat untuk mewujudkan mimpiku selanjutnya, meskipun masih terasa amat sesak saat aku melihat baju musim dinginku terkungkung dalam tas tak jadi terpakai. Aku mengikhlaskan semua yang sudah kulakukan. Aku mengikhlaskan mimpi-mimpiku kali ini menguap begitu saja. Asal ini yang terbaik dari-Nya, Aku bisa apa?.

Pagi hari, 4 Februari 2014

Entah muncul dari mana perasaan yakin aku bisa memeluk mimpiku itu tiba-tiba hadir di saat semua sudah kuputuskan untuk tidak. Kusambar ransel hitam besar yang sejak semalam menganga menunggu dimasuki jaket musim dingin. Kupakai sepatu lalu aku melesat mengejar bus menuju Banten. Ya, jejak hebat ini akan segera dimulai. Berkaitan dengan dana yang sangat minim, dan bahkan kurang? Aku tahu Kau Maha Kaya Tuhanku. Hehehe

Tanggal 5-nya, sejak pagi pagi buta kami (baca : Aku dan RJ) pergi ke Kedutaan Besar Jepang untuk mengambil visa. Aku dan RJ sangat khawatir visa itu tidak keluar lantaran foto yang dimaksud tidak memenuhi persyaratan. Dan bahkan visa itu sudah 2 minggu disana tapi belum bisa keluar juga. Aish, birokrasi birokrasi. Tapi hari itu, semua seperti dimudahkan. Semua berjalan dengan lancar. Foto yang awalnya dipermasalahkan, tiba tiba saja boleh (eh? Apa ini tanda tanda Kau benar benar mengijinkanku kesana??)

Berikut foto narsis saat ngurus visa di kedutaan besar Jepang 😀

IMG_20140205_141319

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s